PANGKALPINANG - Di hari terakhir pelatihan peserta harus melewati ujian sertifikasi (Assessment) yang dilakukan secara tatap muka oleh para asesor. Assessment berguna untuk mengukur sejauh mana kemampuan kompetensi dan pengetahuan peserta dibidang konstruksi sebagai tenaga kerja profesional sebelum dinyatakan lulus dan mendapatkan Sertifikat Keahlian (SKA), pada Kamis (16/09/2021).

Sebanyak 30 peserta Tenaga Ahli Konstruksi dari berbagai klasifikasi diantaranya, sipil sebanyak 15 peserta kemudian dari Tata Lingkungan 5 peserta serta Manajemen Pelaksanaan 10 peserta mengikuti assasment dalam ujian sertifikasi tingkat tenaga ahli muda konstruksi. 

Assessment dilakukan oleh asesor yang sudah berpengalaman di bidangnya diantaranya adalah Ir. Afandi (Ahli Teknik Bangunan Gedung), Edmund Tatipikalawan, ST (Ahli Teknik Jalan) , H. Dwi Mahendra, S,T (Ahli Teknik Jembatan), Panji Dwiyana,ST (Ahli Teknik Lingkungan), Damai Sapta, ST (Ahli Manajemen Konstruksi) dan M. Nurdiansyah ST MM serta Ifra Yuneiri Helmi ST ( Ahli K3 Konstruksi). yang tergabung dalam Asosiasi Tenaga Teknik Dan Terampil Indonesia (ASTTATINDO). 

Sebelum assessment dimulai peserta sudah mendapatkan pembekalan materi selama 3 hari dimulai dari tanggal 13 hingga 15 September 2021 dari narasumber yang ahli dibidangnya salah satunya adalah Desy Yofianti, S.T., M.T yang merupakan Dosen Teknik Sipil Di Universitas Bangka Belitung yang memberikan materi mengenai  penyusunan jadwal pelaksanaan, penggunaan bahan, peralatan dan tenaga kerja, perhitungan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) Pekerjaan Konstruksi  serta Penyusunan Laporan Pekerjaan Konstruksi.

Selain itu, Syaifullah Asnan, S.T Ketua DPD Asosiasi Tenaga Teknik Dan Terampil Indonesia (ASTATTINDO) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  juga turut menyampaikan materi mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja proyek (SMK 3) dalam pelatihan ini.