PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memulai pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) 2026. Program ini ditandai dengan kick off meeting di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Selasa, 14 April 2026.
Raymond B. Munthe, Kepala Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, menyebut capaian sanitasi aman di provinsi ini masih tertinggal dari target. Hingga 2024, akses sanitasi aman baru menyentuh 7,61 persen.
“Sanitasi merupakan kebutuhan dasar dan bagian dari hak masyarakat yang harus dipenuhi,” kata Raymond dalam sambutannya.
Pemerintah daerah menargetkan akses sanitasi aman mencapai 14,896 persen pada 2029. Artinya, masih ada selisih yang perlu dikejar dalam beberapa tahun ke depan.
Tak hanya itu, persoalan persampahan juga menjadi sorotan. Selama ini, pengelolaan sampah masih bertumpu pada pola kumpul-angkut-buang. Model tersebut dinilai tak lagi memadai.
Pemerintah kini mendorong pendekatan baru: pengelolaan terpadu dari hulu hingga hilir. Targetnya, 60,8 persen sampah dapat terolah pada 2029. Namun hingga kini, capaian baru berada di angka 0,14 persen.
Melalui PPSP 2026, pemerintah daerah berharap ada percepatan dalam peningkatan layanan sanitasi, sekaligus perbaikan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.