Pangkalpinang - Pelatihan Penerapan Sistem Manajemen Mutu Konstruksi resmi ditutup setelah tiga hari digelar.

“Terimakasih untuk instraksi nya jadi pelatihan ini kesannya hidup bukan hanya informasi satu arah dan teman-teman juga semangat berdiskusi dan semoga teman teman tidak bosan apabila nantinya kami undang lagi untuk mengikuti pelatihan-pelatihan selanjutnya” ujar Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Saras Renaningsih, Rabu (8/6/2022) .

Ia juga berharap materi-materi yang telah diberikan oleh narasumber bisa bermanfaat dan berguna dalam menjalankan tugas yang telah diemban.

“Semoga apa yang telah disampaikan oleh para narasumber itu bisa kawan-kawan bisa sampaikan informasinya kepada rekan-rekan yang lain yang bisa dilaksanakan, karena ini juga untuk kemajuan konstruksi yang ada di Bangka Belitung” tuturnya

Lebih lanjut ia mengatakan “Kita gak mungkin menutup mata terhadap mutu konstruksi kita harus membuat mutu konstruksi itu semakin baik. Mungkin Kawan-kawan lain dari dinas lain terutama yang sedang menangani pembangunan seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Perindustrian mudah-mudahan apa yang sudah disampaikan narasumber ini menjadi bekal bagi kawan-kawan semua” tutupnya. 

Saat penutupan salah satu peserta Raymond B. Munthe memberikan apresiasi dan harapannya nya terhadap acara yang telah diselenggarakan.

“Pelatihan ini bisa bermanfaat bagi kita sebagai peserta dalam pengerjaan konstruksi nantinya, materi dari narasumber sangat membantu dalam meningkatkan tugas PPK dan kawan-kawan yang lain dalam menjaga manajemen mutu konstruksi” ungkapnya. 

Raymond menjelaskan bahwa disini juga ditekankan untuk mengendalikan rencana mutu konstruksi dalam bentuk dokumen RMPK dan dokumen manajemen mutu yang sangat diwajibkan,  apalagi sesuai dengan Permen nomor 10 Tahun 2021 diwajibkan dalam baik dokumen lelang dalam pelaksanaan harus segera dilaksanakan untuk pengendalian mutu agar pekerjaan dapat selesai dengan baik kedepannya.

Acara diakhiri dengan pembagian sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan. Terpilih tiga peserta terbaik yang telah dilakukan penilaian sebelumnya oleh panitia selama pelatihan berlangsung.